Mengajarkan Si Kecil Mengelola Uang Saku

Kemarin saya berbagi cerita dan membagi tips menentukan uang saku bagi anak. Kali ini saya ingin mengajarkan pada Binbin cara mengelola uang sakunya.


Uang saku adalah miniatur gaji ketika besar nanti. Pilihannya dalah menghabiskan sekaligus, menabung untuk kebutuhan besar kelak atau mengelola agar bisa digunakan untuk usaha. Semua kembali pada kecerdasan finansial. Dan ternyata, ini juga melibatkan habit atau kebiasaan sejak kecil. Jadi bukan pengetahuan yang tiba-tiba dikuasai. Anak juga perlu dikenalkan konsep uang dan financial planning.


 
Hari ini saya agak bingung membagi waktu. Saya baru ketemu anak-anak pada sore hari karena berkegiatan di luar. Ketika pulang pun langsung gercep merapikan rumah, memenuhi pesanan Binbin agar memasak kolak, dan membuat menu makan malam. Masih diselingi mengecek kebun mini karena tadi ditinggalkan seharian. Hua…h. Alhamdulillah lelah yang bahagia. Jelang Isya ke rumah saudara yang kemarin kehilangan bapak. Sampai di rumah jam 8 malam, yang praktis semuanya sudah tidak kondusif. Kedua putra saya biasa tidur jam20.30 WIB, atau maksimal jam 21.30 WIB. Saya hanya punya 30 menit. Cukup dan dicukup-cukupkan.

Anak selalu meng-copy ucapan dan tindakan orangtuanya. Makanya, penting bagi ibu dan bapak untuk mengenalkan pada konsep yang tepat melalui teladan. Tak terkecuali pada konsep dan nilai uang. Ini adalah beberapa tips mengajarkan anak mengelola uang saku, yang bisa dimulai dengan :Anak selalu meng-copy ucapan dan tindakan orangtuanya. Makanya, penting bagi ibu dan bapak untuk mengenalkan pada konsep yang tepat melalui teladan. Tak terkecuali pada konsep dan nilai uang.

Ini adalah beberapa tips mengajarkan anak mengelola uang saku, yang bisa dimulai dengan :
  1. Menjelaskan apa itu uang dan fungsinya. Uang adalah alat pembayaran dan alat pertukaran yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan. Uang juga merupakan identitas dan kebiasaan hidup.
  2. Mengenalkan kebutuhan dan keinginan.  Keduanya sangat mempengaruhi seberapa besar uang yang dikeluarkan anak.
  3. Mengenalkan konsep menabung untuk mendapatkan hasil yang lebih besar
  4. Mengenalkan bonus sebagai miniature upah kerja jika semua pekerjaan rumah dikerjakan dengan baik.
  5. Membelanjakan dengan cermat; karena butuh, bukan karena ingin.
  6. Mengenal neraca debit – kredit sederhana agar anak tahu berapa ‘kekayaan’ yang mereka miliki.
  7. Mengenal investasi dengan cara membuat uang saku yang telah ditabung menjadi modal usaha. Misalnya anak memberi camilan dan menjualnya.
Nah, itu adalah cara mengajarkan anak mengelola uang sejak kecil. karena waktu kami tidak banyak, kami akan melanjutkan besok pagi. Bagaimana kisah kami dalam mengenalkan matematika pada anak? Kemali ke sini besok ya.

Komentar

  1. dari buku yang saya baca poor dad rich dad, harusnya anak2 diajarkan finansial sejak dini, bahkan kalau ada di sekolah ada pelajarannya, karena ini bekal wajib dalam kehidupan,,

    langkah mbak sudah sangat tepat mengajarkan anak tentnag finansial, dimulai dari uang saku, lebih jauh anak dapat diajarkan cara memperoleh uang alias bekerja...

    saya sendiri sangat sadar mengelola uang itu sangat penting, sampai2 saya kelola blog tentnag finansial, semata2 ingin berbgai ilmu yang saya dapatkan

    BalasHapus
  2. Wah, keren mbak sudah mengajarkan anak tentang investasi sejak dini. Pastinya bakal berguna banget buat anak nantinya

    BalasHapus
  3. Super sekali Mas Awal. Berbagi apa yg kita tahu,

    BalasHapus
  4. InsyaAllah Mbak

    BalasHapus

Posting Komentar

Punya pengalaman serupa?
Berbagi kisah, yuk...